Hal pertama yg ingin saya cerita di jurnal ke #3 zona O adalah pengalaman sldan tantangan saat berperan sebagai speaker.
Alhamdulillah
Segala puji Hanya milik Allah
Tantangan untuk menjadi speaker di Hexagon City Virtual Conference akhirnya terlaksana dg baik.
Tantangan yg bikin berdebar karena memikirkan kendala tekhnis tapi juga sayang jika harus dilewatkan.
Maklum, ini pengalaman pertama live di Youtube dan menggunakan streamyard, aplikasi yg sama sekali belum familiar bagi saya pribadi.
Mendaftar sebagai Speaker di Jumat malam,
Sabtu malam baru ada kesempatan untuk mengulik dan berkenalan dg streamyard.
Alhamdulillah sempat ikut kelas Public Speaking dr Ch PS Hexagon City jadi ada sedikit gambaran.
Di virtual Conference ini, ketika mendaftar sebagai Speaker maka bersiap untuk melakukan semuanya secara mandiri. Mulai dari membuat flyer, mengoperasikan media yg dipilih, berperan sebagai moderator sekaligus sebagai pemateri.
Dari berbagai Platform yg disediakan, memberanikan diri memilih Youtube sebagai media live. Sedikit gugup, tapi Saya menganggapnya sebagai tantangan sekaligus kesempatan untuk belajar hal baru.
Pemilihan platform ini juga berdasarkan berbagai pertimbangan dan masukan dari suami, Abi Alam Haris Harjuni . Termasuk juga pemilihan materi yg akan disampaikan.
Dua hari sebelum hari H, koneksi internet di rumah orangtua tiba-tiba kurang lancar. Ujicoba streamyard connect ke akun YouTube pribadi jadi sering freeze dan kualitas gambar yg muncul di youtub sangat buruk. Alhamdulillah dapat masukan dari bund Ricca kalau pakai ponsel biasanya koneksi bisa lebih stabil. Baiklah, sejak senin malam mencoba mengoperasikan dari layar kecil hp, lumayan lancar meskipun sedikit sulit di operasikan karena layar kecil.
Selasa pagi, sebelum pukul 09.WITA menyetting ponsel yg akan digunakan, tiba-tiba koneksi dan kualitas gambar jadi sangat buruk, beberapa kali keluar secara tiba-tiba dari streamyard bahkan ponsel diam tidak merespon.
Mulai panik, dicoba lagi dan lagi tapi hasilnya sama.
15 menit jelang live berusaha tenang dan berpikir, sempat menelp suami yg ternyata lagi meeting, lalu memutuskan untuk menggunakan laptop. Uji coba dulu, kualitas gambar sudah lebih baik tapi tetap saja masih nampak blur. Berdiskusi sebentar dg adek yg membantu menyiapkan keperluan, dan akhirnya memutuskan tetap menggunakan laptop.
Ya memilih yg terbaik diantara dua pilihan yg buruk. Mending tampilan blur daripada koneksi putus nyambung, ya kan?
Bismillah bersiap go live, daaaan kurang dua menit jelang live, layar laptop tidak merespon perintah apapun. Panik? Tentu saja. Menekan tombol off pun sepertinya tidak ada respon.
Buru-buru mengambil Hp, ya kalau laptop tidak bisa pilihannya hanya Hp. Subhanallah Hp pun sama. Tiba-tiba tidak merespon apapun.
Berusaha tenang. Inhale exhale.
Qadarallah, sudah berusaha semaksimal yg saya bisa untuk menyiapkan live ini sebaik mungkin, tapi tentu ada kuasa yg jauh diatas saya. Ada Allah yg Maha Berkehendak. Saya meyakinkan diri, ada hikmah dibalik ini.
Berusaha tenang, mengutak atik laptop sambil berserah kepada Allah.
Tidak perlu panik karena terlambat beberapa menit. Yang ada di pikiran, jika nanti bisa live saya akan meminta maaf kepada audience karena telat dari jadwal.
Alhamdulillah setelah telat 10 menit, akhirnya bisa live juga.
Kekhawatiran tentang jaringan ternyata tidak terjadi.